Jumat, 08 Oktober 2010

Belajar menjadi Organis

Selamat sore semuanya...
Ada yang mau jadi Organis ?
disini tempat kita akan belajar bersama jadi organis....
klik disini ya


Kamis, 09 April 2009

Belajar musik dan not balok yang mudah


TEORI MUSIK

Bunyi yang kita dengar adalah berasal dari sesuatu yang bergetar yang membuat udara di sekeliling juga ikut bergetar dan berjalan dengan cepat sampai ketelinga kita. Nada adalah bunyi yang teratur. Semakin banyak getaran dalam satuan waktu semakin tinggi nada yang kita dengar.


Tanda nomer jari untuk keyboard :

1 = Ditekan dengan Ibu Jari

2 = Ditekan dengan jari Telunjuk

3 = Ditekan dengan jari Tengah

4 = Ditekan dengan jari Manis

5 = Ditekan dengan jari Kelingking


Tanda # (kres, dibaca is) = berfungsi menaikkan nada 1\2 laras

Tanda b (mol, dibaca es) = berfungsi menurunkan nada 1\2 laras

Cth :

C# dibaca Cis ; Db dibaca des

D# dibaca Dis ; Eb dibaca es

F# dibaca Fis ; Gb dibaca ges

G# dibaca Gis ; Ab dibaca as

A# dibaca Ais ; Bb dibaca bes


Nada yang lengkap :

A, a# (Bb), b, c, c# (Db), d, d# (eb), e, f , f# , (Gb) , g , g# , (ab), a


Lintasan Melodi Mayor

Do (1), re (2), mi (3), fa (4), sol (5), la (6), si (7), do (1 tinggi)

  1. Melodi

Tidak semua lagu terdiri dari semua nada tetapi mempunyai lintasan melodi dengan jarak-jarak tertentu. Salah satu lintasan melodi adalah lintasan melodi MAYOR, yang mempunyai 7 nada (not), yaitu :

Do ( 1 ),re ( 2 ),mi ( 3 ),fa ( 4 ),sol ( 5 ),la ( 6 ),si ( 7 ),do (1 / tinggi ) nada

1 1 1/2 1 1 1 1/5

Do – re berjarak 1;re – mi berjarak 1;mi – fa berjarak ½;fa – sol berjarak 1;sol –la berjarak 1;la – si berjarak 1;si – do (tinggi) berjarak ½

Tinggi nada do adalah relatif. Kita harus menentukan nada dasar dahulu, umpamanya do ditetapkan pada nada C, maka lagu tersebut mempunyai nada dasar C yang kita sebut do=C. Kemudian kita bisa mencari re yaitu: c + 1 = d, mi yaitu: d + 1 = e, fa yaitu: e + ½ = f, sol adalah g, la adalah a, si adalah b.

Tabel Lintasan Melodi MAYOR terhadap Nada Dasar


Nada dasar

do

re

mi

fa

sol

La

si

Do

C (natural)

c

d

e

f

g

a

b

C’

F (1 mol)

f

g

a

Bb

c

d

e

F’

G (1 kres)

g

a

b

c

d

e

F#

G’

Bb (2 mol)

Bb

c

d

Eb

f

g

a

Bb’

D (2 kres)

d

e

F#

g

a

b

C#

D’

Eb (3 mol)

Eb

f

g

Ab

Bb

c

d

Eb’

A (3 kres)

a

b

C#

d

e

F#

G#

A’

Ab (4 mol)

Ab

Bb

c

Db

Eb

f

g

Ab’

E (4 kres)

e

F#

G#

a

b

C#

D#

E’


* Untuk lebih memudahkan dalam pencarian nada kres dalam satu nada dasar, ada urutan nada yang harus dipelajari.

F# C# G# D# A# E# B#

Baca : Fis Cis Gis Dis Ais Eis Bis

Contoh :

Nada Dasar Do = G ; Cara mencari nada kres nya, dengan cara menurunkan nada G ½ laras menjadi F#, dan kita bisa melihat nada F# ada di urutan pertama dalam urutan nada kres diatas. Kesimpulannya, hanya ada 1 nada kres dalam Do = G, yakni F# (Fis)

  1. Iringan (Chord) :

Beberapa nada / not dimainkan bersamaan atau bergantian menjadi bunyi yang indah.

Ada 7 nada / not dalam lintasan mayor maka ada tujuh chord pada system chord 3 nada (terdiri dari nada pertama, ketiga, kelima)

Nada pertama > 1 2 3 4 5 6 7 1

Nada ketiga > 3 4 5 6 7 1 2 3

Nada kelima > 5 6 7 1 2 3 4 5

I ii iii IV V Vi vii-5 I


Pada lagu dengan nada dasar C (do = C) kita tahu bahwa,

I = C, ii = Dm, iii = Em, IV = F, V = G, vi = Am, vii-5 = Bm-5


Posisi chord bisa diubah-ubah

Cth : 1 3 5

3 5 1

5 1 3

(posisi dasar) (pembalikan I) (pembalikan II)

Tabel Chord terhadap Nada Dasar

Nada dasar

I

ii

iii

IV

V

vi

vii-5

C

C

Dm

Em

F

G

Am

Bm-5

F

F

G

Am

Bb

C

Dm

Em-5

G

G

Am

Bm

C

D

Em

F#-5

Bb

Bb

Cm

Dm

Eb

F

Gm

Am-5

D

D

Em

F#m

G

A

Bm

C#m-5

Eb

Eb

Fm

Gm

Ab

Bb

Cm

Dm-5

A

A

Bm

C#m

D

E

F#m

G#m-5

Ab

Ab

Bbm

Cm

Db

Eb

Fm

Gm-5

E

E

F#m

G#m

A

B

C#m

D#m-5


* Ada banyak jenis Chord, diantaranya :

- Suspended (sus 4), terdiri dari nada pertama (do), nada keempat (fa), dan nada kelima (sol).

- Enam ( 6 ), uaitu menambahkan nada keenam ( la ) pada suatu chord.

- Dominan tujuh ( 7 ), yaitu menambahkan nada ketujuh mol (7 )

- Mayor tujuh (M7), yaitu menambahkan nada ke tujuh ( si ) pada suatu chord.

- Sembilan (9), yaitu menambahkan nada kesembilan (re’) pada suatu chord.

- Sebelas (11), yaitu menambahkan nada kesebelas (fa’), kesembilan (re’), dan dominant tujuh ( 7 ) dan menghapus nada ketiga dan kelima.

- Augmented (+5 atau +), nada kelima dinaikkan ½ (menjadi 5 )

- Diminished tujuh (dim7), terdiri dari nada 1 , 3 , 4 , 6 , untuk mempersingkat kita tulis (dim)

3. Irama (Style)

  • irama ¾ (waltz) cth : Bapa Kami Konvenas, dll

  • irama 2/2, 2/4, (March, Polka, country) cth : Allah ditinggikan, dll

  • irama 4/4, (8 beat, 16 beat, disco, cha-cha,swing,bounce, samba, keroncong)

  • irama 6/8 , 12/4 (slowrock, rockballad, blues) dan lain lain cth : Betapa Hatiku


Untuk pemain keyboard pemula bisa memakai irama yang dipilih dan dimainkan secara otomatis.

Untuk pemain piano secara cukup sederhana kita bisa memainkan chord secara broken chord style. Contoh : saat kita memainkan chord C, kita mainkan dulu do kemudian sol kemudian do tinggi, kembali ke sol dilanjutkan mi tinggi, kembali ke sol dilanjutkan do tinggi, kembali ke sol diakhiri ke do lagi dengan nilai 1/8 atau setengah ketukan.



Beberapa petunjuk teknis / musical signs

beserta Tempo dan Dinamik


||: :|| : Tanda ulang / repeat

| A | B ||: C | D :|| urutan membacanya : A BC D C D

Fine : Akhir lagu / Finish here

Coda / : Bagian penutup (ekor)

Segno / : Tanda (atau signal)

DC (Ca Capo) : Ulang dari awal sampai tamat.

DS (Dal Segno) : Ulang dari tanda (signal), return to the signo mark

DC al Coda : Ulang dari awal lagu lompat ke Coda

DC al Fine : Ulang dari awal lagu sampai Fine (akhir)

DS al Coda : Ulang dari tanda (signal) sampai bagian penutup biasanya ditempat lagu ditulis kata “ke coda” (to coda) maka dari bagian ini kita langsung melompat ke coda

Tacet : Membungkam, berhenti berbunyi (pause in the accompaniment)

Fermata : Suatu nada yang diperpanjang menurut kehendak penyanyi, nada yang dipanjang melebihi nilai sebenarnya (Prolog the note or rest property)

Tie (Legato) : Suara bersambung (Hold the first note and do not reply the second one)

: Tanda balik asal (pugar) natural

Cres (Crescendo) : Makin keras

Discres (Discrescendo) : Makin lemah

Vivace : Gembira, hidup

Adagio : Amat sangat lambat

Prestissimo : Amat sangat cepat

Largheno : Lambat

Di Marcia : Seperti orang berbaris

Maestoso : Khidmad, Agung, dan Mulia

Con brio : Semangat bergelora

Allegreto : Ringan, hidup, dan gembira

Con bravura : Gagah

ff (fortisimmo) : Sangat keras

pp (pianissimo) : Sangat lambat

p (piano) : Lambat / lembut


Sekilas Tentang Not Balok


  1. Paranada, Garis Birama dan Clef

Untuk Menulis not balok, kita memerlukan garis-garis paranada (1) yang berjumlah lima garis. Urutan dihitung dari bawah ke atas.

Di dalam paranada terdapat garis-garis yang memisahkan not-not dengan jumlah ketukan sesuai tanda birama yang ada, misalnya 4/4, maka setiap 4 ketukan dipisahkan oleh garis yang disebut garis birama atau garis bar (2).

Pada setiap garis dan diantara garis-garis kita tempatkan not atau nada-nada c, d, e, f, g, a, b, c, dst. Penempatan sesuai dengan kunci yang kita gunakan, misalnya do=c maka pada garis 1 terletak nama 3 (mi) atau e.

Pada awal paranada biasanya kita menempatkan “kunci” yang disebut “clef”. Ada bermacam-macam clef : treble, bass, tenor, dan alto. Namun biasanya yang umum digunakan adalah clef treble dan clef bass . Penggunaan clef treble dan bass secara bersamaan disebut “grand staff”.

  1. Menempatkan Not dalam paranada

Penempatan not-not dalam paranada harus memperhatikan kunci yang digunakan, misalnya dengan cleff treble do=c maka kita harus menambahkan satu garis di bawah. Di bawah garis tambahan masih bisa ditambah lagi, demikian juga keatas masih bisa ditambah lagi sesuai dengan kebutuhan not rendah atau tinggi yang dibutuhkan dalam sebuah lagu, memerlukan berapa oktaf. Satu oktaf terdiri dari 8 nada.

c d e f g a b c’

1 2 3 4 5 6 7 1’

  1. Lambang-lambang Not Balok

      • Not Penuh (1) = nada 4 ketuk

Gambar : bulatan kosong

      • Not Setengah (½) = 2 ketuk

Gambar : bulatan kosong dengan tiang

      • Not Seperempat (¼) = 1 ketuk

Gambar : bulatan dihitamkan dengan tiang

      • Not Seperdelapan (1/8) = ½ ketuk

Gambar : bulatan dihitamkan, tiang , bendera 1

      • Not Seperenambelas (1/16) = ¼ ketuk

Gambar : bulatan dihitamkan, tiang, bendera 2


  1. Tanda Titik

Tanda titik ditempatkan di belakang not balok. Nilai tanda titik adalah setengah dari not di depannya. Bila not di depannya adalah not penuh (1) = 4 ketuk, maka tanda titik bernilai setengah (½) = 2 ketuk, dan seterusnya.

  1. Tanda Diam

Tanda diam adalah tanda yang melambangkan sebuah lagu harus berhenti baik di tengah maupun di akhir sebuah lagu. Tanda diam dalam notasi do, re, mi, dilambangkan dengan angka 0. Dalam not balok tanda diam mempunyai lambang-lambang sesuai dengan nilai atau lamanya diam.